15 Membuat dan Menjual Kerajinan Tangan. Jenis kerajinan tangan yang laku dijual untuk menambah penghasilan adalah karya hasil rajutan tangan, buket bunga dari kertas, karya dari resin, pernak-pernik, pajangan atau dekorasi rumah, scrapbook, kerajinan tangan makrame, atau aksesori cantik. 16. YouTuber atau Vlogger
ProdukFRP. By: javafiberglassindo_b9hpcan9. On: Februari 25, 2017. Fiberglass Reinforced Plastic atau biasa dikenal sebagai FRP ini merupakan jenis produk yang terdiri dari resin. Dimana bahan penguat dari fiberglass dan additive atau bahan tambahan yang digabung dan diproses agar mendapatkan perfomance yang yang lebih spesifik, yaitu sesuai
MembuatResin Bagian dari Rejimen Kerajinan. Berbagai jenis resin tersedia. Mereka juga dapat digunakan dengan cara yang berbeda tergantung pada komposisinya. Beberapa perajin menggunakannya sebagai lem untuk menyatukan semua komponen kerajinan mereka. Yang lain menggunakannya sebagai dasar untuk ide-ide kreatif mereka.
1 Resin Epoxy Resin Epoxy Ini adalah jenis resin yang paling tinggi nilai dan kualitasnya di antara ketiga tipe resin yang ada tetapi harganya juga lumayan mahal. Resin epoxy biasanya lebih kurang tiga kali lebih kuat dibandingkan dengan jenis resin terkuat lainnya.
. Apakah Anda pernah melihat lantai di suatu bangunan yang begitu mengkilap namun tetap kuat dan tidak mudah tergores? Bisa jadi, lantai tersebut menggunakan lapisan resin di bagian permukaannya. Memang, penggunaan resin dalam proyek bangunan sudah bukan perkara baru. Kemampuan resin memberikan tampilan lantai yang lebih mengkilap dan bening tentu membuat orang banyak yang ingin mencobanya. Tidak hanya itu, resin juga kerap digunakan untuk kerajinan, termasuk membuat meja dengan paduan kayu yang unik. Nah, pada kesempatan ini akan dibahas beberapa jenis resin dan juga fungsinya. Penasaran dengan ragam jenis resin tersebut? Simak ulasannya! Ragam Jenis Resin dan Fungsi Resin Untuk Diketahui Secara singkat, resin adalah getah atau eksudat yang dihasilkan oleh beragam tumbuhan. Umumnya, getah tersebut didapatkan pada pohon dengan jenis conifer. Material ini dipilih karena mampu menjadi perekat dan juga pelapis yang memberikan kesan lebih mengkilap. Sebagaimana disinggung di awal, ada beberapa jenis resin dengan fungsi berbeda yang perlu diketahui. Beragam jenis resin tersebut diantaranya adalah sebagai berikut 1. Resin Epoxy Resin epoxy adalah salah satu jenis resin yang paling banyak digunakan. Di dalam resin ini terdapat kandungan gugus epoxide di mana membuat resin epoxy memiliki ketahanan panas yang sangat baik. Tidak hanya itu, sifat adhesi dari resin ini pun cukup kuat. Dalam penggunaannya, resin epoxy digunakan pada beberapa keperluan yang berbeda. Beberapa hal yang menggunakan resin epoxy adalah sebagai pelapis lantai, laminasi, dan lainnya. Hanya saja, karena sifatnya yang sangat kuat, resin epoxy tersedia dengan harga yang cenderung lebih mahal. Minta Penawaran Harga dan Survey Gratis 2. Resin Polyester Jenis resin lain yang tersedia di pasaran adalah resin polyester. Jenis resin yang satu ini terbentuk dari adanya reaksi asam organik basa serta alkohol polyhedral. Uniknya, resin polyester memiliki sifat yang cenderung sangat fleksibel. Selain itu, resin polyester memiliki ketahanan terhadap api, panas dan bahan kimia yang sangat baik. Oleh karenanya, jenis resin ini banyak digunakan untuk laminasi, konstruksi, komponen kapal dan pesawat, aksesoris dekoratif dan lainnya. Dari segi harga, resin polyester tersedia dengan harga yang relatif terjangkau. 3. Resin Alkyd Resin alkyd adalah jenis resin polyester termoplastik. Resin ini terbentuk dikarenakan adanya pemanasan asam poly-basis dan alkohol polyhedral. Di pasaran, resin alkyd tersedia dengan harga yang cenderung cukup terjangkau. Meskipun demikian, resin alkyd memiliki ketahanan kimia dan juga sifat listrik serta termal yang sangat baik. Nah, dalam penggunaannya, jenis resin ini diterapkan untuk keperluan isolasi listrik, cat, pengisi dempul dan lainnya. 4. Resin Phenolic Resin phenolic adalah jenis resin yang sangat kuat, tahan terhadap benturan dan juga panas. Selain itu, resin phenolic juga dilengkapi dengan ketahanan yang cukup tinggi terhadap korosi kimia atau masalah kelembapan. Tidak hanya memiliki ketahanan yang luar biasa, resin phenolic juga memerlukan tahap pengerjaan yang cenderung mudah. Umumnya, resin phenolic diterapkan pada komponen listrik, lapisan rem, perekat untuk semen, laminasi dan lainnya. 5. Resin Akrilik Resin akrilik dibentuk dari paduan asam met-akrilat, asam akrilat dan senyawa terkait lainnya. Dengan bahan yang digunakan tersebut, resin akrilik memiliki karakteristik yang cenderung tahan pada benturan dan juga memiliki perlindungan yang baik dari paparan sinar UV. Lalu, apa kegunaan dari resin satu ini? Dalam penggunaannya, resin akrilik digunakan untuk cukup banyak hal yang berbeda. Beberapa diantaranya adalah sebagai pelapis tanda, ubin yang tebus cahaya, lapisan panel struktural dan lainnya. 6. Resin Up-cast Jenis resin lain yang cukup banyak pula ditemukan di toko kimia adalah resin up-cast. Umumnya, resin yang satu ini ditandai dengan nomor seri 108 dan 3126. Meskipun cukup populer, sayangnya, resin ini memiliki sifat yang tampak agak buram. Tidak hanya itu, ketika terkena paparan sinar UV, maka warna resin ini akan berubah menjadi kekuningan. Dalam penggunaannya, resin ini digunakan untuk melapisi kerajinan yang cenderung tipis. Selain itu, resin up-cast juga bisa dicampur dengan pewarna dan digunakan untuk melapisi perahu ataupun bangku untuk taman. 7. Resin Polyurethane Resin polyurethane adalah jenis resin yang terbentuk dari campuran polyol dan juga isosianat. Nah, resin ini cenderung cukup unik dengan elastisitas lapisan yang tipis serta daya rekat yang cenderung cukup tinggi. Tidak hanya itu, resin polyurethane bisa dicampur dengan resin sesuai keperluan dan tujuan yang berbeda. Umumnya, resin polyurethane ini digunakan sebagai elastomer, perekat ataupun lapisan busa untuk pakaian. Beberapa jenis resin di atas banyak tersedia di pasaran. Tentu, Anda bisa menggunakan resin tersebut untuk keperluan bangunan seperti melapisi lantai. Nah, untuk Anda yang perlu bantuan terkait penggunaan resin sebagai pelapis lantai, Anda bisa menggunakan layanan yang disediakan oleh Pilar Epoxy yang sudah berpengalaman hampir 20 tahun lamanya, serta memiliki garansi 12 bulan. Minta Penawaran Harga dan Survey Gratis
Apa Anda pernah mendapatkan rekomendasi epoxy resin untuk membuat produk kerajinan? Resin memang bukan istilah baru bagi para pengrajin. Ada dua jenis resin yang umum dipakai, yakni resin alami yang terbikin dari getah dan resin sintetis yang terbuat dari bahan-bahan resin alami masih bisa didapatkan, sebagian besar pengrajin lebih memilih resin sintetis. Harga yang lebih terjangkau, mudah dibuat, dan jenis yang variatif adalah beberapa alasan yang membuatnya semakin diminati. Adapun lima jenis resin sintetis yang paling sering digunakan untuk membuat produk kerajinan, antara lain 1. Resin Epoxy Ada banyak alasan yang membuat epoxy resin dicari pengrajin. Bahan ini memiliki kekuatan tiga kali lebih besar dibandingkan yang lain. Wajar saja karena resin epoxy mengandung bahan-bahan seperti serat karbon carbon fiber, aramaid kevlar, dan serat kaca fiberglass.Kebanyakan resin epoxy yang Anda dapatkan di pasaran memiliki warna kekuningan seperti hasil gabungan antara emas dengan oranye. Namun, takaran yang tepat akan membuat produk kerajinan yang dibuat tampak lebih jernih dan tetap indah dipandang mata. 2. Resin Lycal Jenis resin populer lainnya adalah resin lycal yang diimpor dari Tiongkok. Jika epoxy resin bisa Anda pakai buat kebutuhan selain kerajinan, maka resin lycal dirancang khusus untuk produk tersebut. Maka dari itu bahan ini memakai dua komponen, yakni resin dan resin lycal bakal cocok buat Anda yang membutuhkan jenis resin bening atau jernih tanpa harus mencampurnya dengan bahan lain. Akan tetapi, Anda harus mengantisipasi munculnya gelembung saat resin mengental, sebab gangguan ini kadang sulit dihilangkan. 3. Resin Upcast Berikutnya ada resin upcast yang dari segi harga relatif lebih murah dibandingkan resin epoxy maupun lycal. Memang dari segi kualitas, jenis resin ini kurang bagus untuk Anda pakai sebagai bahan kerajinan yang nantinya dijual. Apalagi warnanya mudah berubah saat terlalu lama terpapar sinar begitu, resin upcast masih bisa Anda manfaatkan sebagai pelapis dari produk yang terbuat dari epoxy resin. Jadi, kerajinan yang Anda buat tak akan mudah rusak atau retak. Hanya saja pastikan tidak berlebihan untuk mencegah perubahan warna. 4. Resin Vinylester Kekuatan resin vinylester memang hanya sepertiga resin epoxy. Anda juga harus cermat saat akan mencampurnya dengan bahan atau jenis resin lain. Pasalnya, resin vinylester tak akan menghasilkan kerajinan yang bagus saat dipadukan dengan serat karbon atau seperti resin upcast, resin vinylester lebih optimal saat difungsikan sebagai pelapis. Anda bisa mengombinasikannya dengan material seperti fiberglass atau produk yang mempunyai basis polyester dalam komposisinya. 5. Resin Polyester Ketika membandingkan resin polyester dengan epoxy resin, Anda pasti bakal kaget karena harganya sangat terjangkau. Selain itu, karena kurang baik saat diaplikasikan dengan karbon atau aramid, resin polyester lebih dianjurkan untuk membuat mock up atau rancangan awal baiknya, resin polyester masih bisa Anda manfaatkan sebagai pelapis, terutama untuk produk yang terbuat dari bahan fiberglass. Selain itu, jenis resin ini umum digunakan untuk membungkus bodi motor agar terlihat lebih lima jenis resin yang dapat dibeli sebagai bahan utama produk kerajinan. Entah nantinya menggunakan epoxy resin atau resin-resin lain, pastikan Anda menakarnya dengan tepat supaya hasil akhir produk memiliki kualitas terbaik.
Jenis – Jenis Resin dan Kegunaannya. Mungkin ada yang belum tahu, terdapat banyak kerajinan tangan yang di buat menggunakan resin. Resin sendiri merupakan cairan yang dapat di cetak lalu dibiarkan sampai mengeras. Sejauh ini banyak orang yang mengetahui resin hanya satu jenis yaitu bening. Namun sebenarnya, ia tersedia dalam beberapa jenis dan memiliki kegunaannya masing-masing. Resin EpoxyResin Vinyl EsterResin PolyesterResin UpcastResin Akrilik Resin Epoxy Resin jenis epoxy cukup terkenal untuk membuat kerajinan tangan. Sedangkan di dunia industri, jenis ini kerap digunakan untuk perekat serba guna, pengikat semen dan mortar, rigid foams, pelapis lantai, hingga untuk memadatkan permukaan berpasir dalam pengeboran minyak. Kualitasnya paling baik dibandingkan dengan jenis resin lainnya karena memiliki kekuatan yang lebih baik, dalam artian hasil produk tidak akan mudah pecah atau tergores. Tingkat kejernihannya juga amat tinggi sehingga saat dipadukan dengan material lain, tampilannya jadi semakin menawan. Resin Vinyl Ester Resin jenis vinyl ester diproduksi dengan cara esterifikasi proses reaksi antara resin epoxy dan asam mono karboksilat tak jenuh. Vinyl ester memiliki toleransi peregangan yang cukup baik. Toleransi ini menyebabkan jenis vinyl ester tahan terhadap benturan dan risiko retak sangat rendah. Jenis yang satu ini kerap digunakan untuk membuat suku cadang mobil, penguat jembatan, fascia gedung, hingga aplikasi militer. Resin Polyester Resin jenis polyester memiliki sifat yang bening namun sedikit lebih buram dan kekuningan. Baunya sangat menyengat sehingga akan mengganggu proses berkarya apabila tidak menggunakan masker. Jenis polyester ini membutuhkan hardener supaya dapat mengering dengan sempurna. Resin polyester umumnya digunakan sebagai pelapis lantai, casting, dan pelapis material lainnya. Jenis polyester tidak disarankan untuk membuat kerajinan. Resin Upcast Resin jenis upcast cukup sering ditemukan di toko kimia. Umumnya, jenis ini dilabeli dengan nomor seri 3126 atau 108. Sayang ia memiliki sifat agak buram, jika terkena paparan sinar UV, warnanya akan berubah jadi kekuningan. Jenis ini biasa digunakan untuk pelapis kerajinan yang benar-benar tipis. Jenis ini juga dapat dicampur pewarna, lalu digunakan sebagai pelapis bangku taman dan perahu. Resin Akrilik Resin akrilik atau yang biasa disebut sebagai termoplastis terbuat dari senyawa non metalik. Untuk mengaplikasikannya, resin akrilik perlu dicampur dengan material lain, seperti polimer, bubuk kering, monomer meil metakrilat, katalis, cairan tipis, dan peroksida organik. Sementara itu, metode untuk mengaplikasikannya adalah metode tekanan hidrolik untuk menekan gelembung udara. Proses yang cukup rumit ini membuatnya hanya bisa diaplikasikan oleh tenaga profesional. Biasanya resin akrilik dimanfaatkan untuk membuat lapisan pelindung, wadah, dan gigi palsu. Jangan lupa cek artikel lainnya di sakti desain. Jika kamu ada pertanyaan dan ingin mengetahui tentang sakti desain, kamu bisa klik banner di bawah ini atau klik icon whatsapp di samping kanan Layar. Cek juga channel youtube kami Sakti Desain Konsultan. Tags wonosobo, banjarnegara, temanggung, magelang, yogyakarta, kontraktor interior, kontraktor interior design, interior kontraktor, jasa kontraktor rumah, jasa kontraktor bangunan, jasa kontraktor apartemen, jasa kontraktor gudang, jasa kontraktor hotel, jasa kontraktor terbaik di indonesia, jasa kontraktor kantor, jasa kontraktor lantai, jasa kontraktor lokal, jasa kontraktor rumah 2 lantai, jasa kontraktor per meter, jasa kontraktor renovasi rumah, jasa kontraktor rumah murah, jasa kontraktor taman, jasa kontraktor rumah terbaik, jasa arsitek rumah, jasa arsitek, jasa arsitek murah, jasa arsitek rumah mewah, jasa arsitek rumah minimalis, jasa arsitek desain rumah, jasa arsitek rumah murah, jasa arsitek renovasi rumah, jasa arsitek online, jasa arsitek rumah klasik, jasa arsitek dan desain interior, jasa arsitek profesional, jasa arsitek rumah online, jasa desain rumah, harga jasa desain rumah, jasa desain rumah online, harga jasa desain rumah 3d, jasa desain rumah minimalis, jasa desain rumah minimalis sederhana, jasa desain rumah mewah, jasa desain rumah murah, jasa desain rumah minimalis 1 lantai, jasa desain rumah kita, jasa desain rumah kost, jasa desain rumah dan rab, harga jasa desain rumah per meter, jasa desain rumah minimalis 2 lantai, jasa desain rumah 3d, jasa desain rumah per m2, jasa desain rumah online murah, jasa desain rumah elegan, jasa desain rumah minimalis modern 2 lantai, jasa desain rumah 2 lantai, jasa desain rumah tinggal, jasa desain rumah minimalis murah, jasa desain rumah klasik, jasa desain rumah modern, jasa desain rumah kecil, kontraktor rumah, jasa kontraktor rumah, harga kontraktor rumah per meter, kontraktor rumah sakit, kontraktor rumah murah, rekomendasi kontraktor rumah, jasa arsitek dan kontraktor rumah, jasa kontraktor rumah murah
Unduh PDF Unduh PDF Dengan sedikit kesabaran dan banyak latihan, Anda bisa membuat sendiri perhiasan resin unik di rumah. Bereksperimenlah dengan desain dan ide yang berbeda untuk membuat karya yang mengekspresikan gaya pribadi Anda. 1 Siapkan meja kerja. Tutupi seluruh area kerja dengan kertas lilin. Tetesan dan percikan resin sangat sulit dibersihkan. Jadi, lebih baik Anda menghindari masalah ini sama sekali. Anda harus melindungi diri dengan mengenakan sarung tangan karet atau plastik dan kacamata pelindung. Bekerjalah selalu di ruangan berventilasi besar. Buka jendela dan nyalakan kipas angin untuk mencegah penumpukan uap. Kalau Anda mengalami kesulitan bernapas, gunakan respirator yang dirancang untuk memblokir atau menyaring uap yang kuat. 2 Cari hiasan untuk ditambahkan pada karya Anda. Kreatiflah! Anda bisa menggunakan benda dua dimensi rata maupun tiga dimensi yang lebih rumit. Pastikan saja semua susunan bendanya bisa masuk ke dalam cetakan atau bingkai resin. Beberapa ide populer antara lain perhiasan yang rusak atau yang bisa dimanfaatkan kembali, bunga, glitter, sprinkle, benda transparan dengan kata-kata di atasnya, potongan kain, potongan pita, dan kertas tempel dekoratif. Namun, beberapa benda tidak cocok untuk digunakan. Misalnya, resin yang sudah kering akan memburamkan bentuk permata kristal yang kabur dan membuatnya tampak menghilang.[1] 3 Aplikasikan sealant zat pengisi celah pada hiasan yang keropos. Lapisi bagian atas, bawah, dan samping semua hiasan yang keropos dengan Mod Podge atau sealant bening serupa. Biarkan sealant mengering sebelum hiasan digunakan.[2] Hiasan yang keropos antara lain seluruh bahan yang terbuat dari kertas dan kain. Kalau Anda melewatkan langkah ini, hiasan bisa berubah warna. Selain itu, bisa terbentuk gelembung udara yang lebih banyak di dalam resin. 4Potong semua ke ukuran yang sesuai. Saat menggunakan benda transparan dan kertas, pastikan ukurannya sesuai dengan besar cetakan atau bingkai. 5 Tentukan apakah Anda akan menggunakan cetakan atau bingkai. Bingkai lebih mudah digunakan karena Anda tidak perlu membuka resin setelah kering. Namun, cetakan memiliki desain yang sangat banyak dan beragam. Bingkai adalah rangka perhiasan yang kosong dan terbuka. Setelah resin dituangkan dan dibiarkan mengering, benda tersebut sudah rampung dan siap dipasang ke rantai. Cetakan hanya memungkinkan Anda untuk memberi bentuk pada resin. Anda membutuhkan langkah tambahan untuk mengubah resin menjadi liontin atau gantungan. Pastikan cetakan yang Anda miliki berlabel khusus untuk penggunaan resin. 6 Lapisi cetakan dengan zat pelepas cetakan. Kalau Anda memutuskan untuk menggunakan cetakan, semprotlah dengan produk pelepas cetakan. Biarkan produk tersebut mengering sebelum cetakan digunakan. Jangan menyemprot bingkai dengan zat pelepas cetakan. Zat ini akan mempermudah Anda untuk membuka resin yang sudah kering dari dalam cetakan. Sementara untuk bingkai, resin harus tetap menempel di dalamnya sekuat mungkin. 7 Beri alas untuk bingkai. Kalau Anda memutuskan untuk menggunakan bingkai, potonglah lakban yang kuat dan tebal lalu rekatkan ke salah satu sisi rangka. Pastikan lakban merekat kuat dan tidak ada celah di antara lakban dengan sisi bingkai. Langkah ini tidak perlu dilakukan kalau Anda menggunakan cetakan atau kalau bingkai memiliki sisi yang tertutup. Lakukan langkah ini hanya kalau Anda menggunakan bingkai yang kedua sisinya terbuka. Iklan 1 Pilih jenis resin yang tepat. Untuk hasil terbaik, pilih polyurethane casting resin, bukan polyester casting resin.[3] Polyester resin lebih beracun dan cenderung berbau sekalipun sudah mengeras. Untuk mempermudah prosesnya, pastikan resin yang dibeli sudah dicampur dengan katalisnya dalam rasio satu banding satu. 2 Masukkan botol resin dan katalis ke dalam air panas. Isilah mangkuk kecil dengan air panas dan taruh kedua botol di dalamnya dengan isi botol tenggelam di bawah permukaan air. Jangan menggunakan air mendidih. Memanaskan resin dan katalis dengan cara ini akan mempermudah pencampuran keduanya. Selain itu juga mengurangi kemungkinan terbentuknya gelembung udara. 3 Campurkan resin dan katalis dengan rasio yang sama. Tuangkan resin dan katalis ke dalam gelas ukur plastik kecil, tambahkan keduanya dalam jumlah yang sama. Aduk terus selama dua menit menggunakan stik kayu. Untuk langkah ini, ikuti instruksi yang tertera pada kemasan resin. Beberapa resin harus diaduk lebih lama atau justru lebih sebentar. Aduk resin sebanyak yang akan digunakan saja. Resin tidak akan bertahan lama dalam bentuk cair. Jadi kalau terlalu banyak, akan mubazir. Tuangkan resin terlebih dahulu, kemudian tuangkan katalis dalam jumlah yang sama. Gunakan gelas ukur berskala dan ukurlah kedua komponen langsung di dalam gelas. Gelas ukur bersih bekas sirup obat batuk adalah pilihan yang bagus, tetapi gelas ukur apa pun bisa Anda gunakan. Pastikan saja gelas itu tidak keberatan Anda korbankan. Gelas bisa digunakan kembali untuk proyek resin lain, tetapi tidak boleh dipakai lagi untuk makanan, minuman, atau obat-obatan. Aduk pelan untuk mencegah terbentuknya gelembung udara. Goreskan stik ke seluruh pinggiran dan dasar gelas sembari mengaduk untuk memastikan resin tercampur semua dengan rata. 4 Tambahkan pigmen warna, kalau mau. Kalau Anda ingin membuat perhiasan resin yang bening, pigmen warna tidak diperlukan. Namun, kalau setiap perhiasan resinnya ingin diwarnai, inilah saatnya untuk menambahkan pigmen.[4] Tambahkan pewarna cair sebanyak satu tetes dalam sekali waktu, aduk setiap kali pewarna ditambahkan. Campurkan pigmen kering dengan sedikit resin di dalam cangkir terpisah terlebih dahulu, baru kemudian satukan larutan berwarna tersebut ke seluruh resin bening. Iklan 1 Tuangkan selapis resin. Tuangkan campuran resin cair secukupnya ke dalam cetakan atau bingkai sampai bagian dasar tertutup sepenuhnya.[5] Bekerjalah dengan perlahan untuk mengurangi jumlah gelembung udara. 2 Pecahkan gelembung udara yang terbentuk. Pegang pengering rambut atau senapan panas heat gun kurang lebih sejauh 10 cm di atas resin selama kurang lebih 1 menit. Gelembung udara yang terjebak di dalam resin akan naik ke permukaan dan meletus. Meskipun nanti Anda akan menambahkan lapisan lain, sebaiknya gelembung udara pada lapisan ini dipecahkan sekarang juga daripada menunggu sampai akhir. 3 Biarkan resin sedikit mengeras sebelum menambahkan hiasan yang lebih berat. Tunggu sekitar 15 menit dan diamkan resin di dalam cetakan sampai agak mengeras. Letakkan benda tiga dimensi yang berat dengan hati-hati di atas lapisan terbawah menggunakan pinset. Dasar cetakan atau bingkai akan menjadi bagian muka, jadi letakkan hiasan secara terbalik. Dengan meletakkan hiasan yang berat di antara lapisan-lapisan resin, hiasan tersebut akan diam pada tempatnya. Kalau Anda menambahkannya tanpa lapisan, hiasan bisa bergeser sebelum resin mengering. 4 Tutupi dengan lapisan resin terakhir. Tuangkan resin tambahan ke atas hiasan yang berat hingga tertutup seutuhnya. Lapisan ini harus menutupi hingga ke permukaan bingkai atau cetakan. Anda mungkin perlu mengatur posisi hiasan dengan tusuk gigi kalau hiasan tersebut bergeser pada tahap ini. 5 Tambahkan glitter, kalau mau. Kalau Anda ingin latar belakang yang berkilau, taburkan glitter ke atas cetakan atau bingkai setelah lapisan resin terakhir dituangkan. Glitter ini kecil dan ringan. Jadi, akan mengambang pada permukaan resin saat mengering. Karena bagian atas ini akan menjadi bagian belakang, glitter akan menjadi latar belakang. 6 Lapisi benda transparan dengan resin sebelum dimasukkan ke dalam cetakan. Kalau Anda berencana untuk menambahkan benda transparan, celupkan ke dalam sisa resin sebelum memasukkannya ke dalam cetakan. Gunakan pinset untuk mencelupkan benda transparan ke dalam sisa resin di dalam gelas ukur. Keringkan resin dengan segera menggunakan senapan panas atau pengering rambut. Melapisi benda transparan akan membantu mengurangi risiko terbentuknya gelembung udara di antara benda dan resin. Bagian dasar cetakan atau bingkai akan menjadi bagian depan perhiasan. Jadi, letakkan benda transparan secara terbalik. 7Keluarkan gelembung udara. Seperti sebelumnya, gunakan pengering rambut atau senapan panas untuk mengeluarkan gelembung udara ke permukaan dengan perlahan untuk kemudian dipecahkan. 8 Tambahkan latar belakang kertas. Kalau Anda ingin menggunakan latar belakang kertas, gunakan pinset untuk meletakkan kertas dengan hati-hati di atas resin, sejajar dan serata mungkin dengan mulut cetakan atau bukaan pada bingkai. Pastikan kertas berada dalam keadaan terbalik saat diletakkan agar sisi dekoratifnya terlihat dari muka perhiasan nanti. 9 Diamkan resin hingga kering. Sisihkan cetakan atau bingkai yang sudah diisi resin dan tutupi dengan kotak yang bersih. Biarkan resin mengering selama semalaman. Resin harus ditutupi selama proses pengeringan untuk melindunginya dari debu dan serpihan lain. Lama waktu pengeringan akan bervariasi. Jadi, Anda harus mengikuti instruksi pada labelnya. Diamkan saja dalam waktu yang cukup sampai resin bisa disentuh. Jangan menunggu hingga benar-benar keras. 10 Keluarkan perhiasan resin dari cetakan. Setelah kering, Anda bisa mengeluarkan perhiasan dari dalam cetakan menggunakan jari. Kalau resin masih terlalu lunak untuk dikeluarkan, masukkan cetakan ke dalam lemari es selama 10 menit. Pendinginan akan mempermudah pengeluaran resin. Pada titik ini, resin siap digarap, tetapi Anda membutuhkan langkah tambahan sebelum bisa memakainya sebagai perhiasan. 11 Buka alas dari bingkai. Kalau Anda menggunakan bingkai dan bukan cetakan, bukalah lakban dari belakang bingkai setelah resin mengering. Jangan mengeluarkan resin dari bingkai. Pada titik ini, resin sudah selesai dan siap digunakan sebagai perhiasan. Iklan 1 Panaskan eye pin logam. Ambil bagian kepala eye pin dengan tang dan panaskan logamnya dengan hati-hati di atas api lilin atau kompor gas. Panaskan hanya selama sekitar 5 detik. Bekerjalah dengan hati-hati untuk mencegah luka bakar yang tidak disengaja. Gunakan eye pin yang sedikit lebih pendek dibandingkan lebar perhiasan resin. 2 Tusukkan logam tersebut ke dalam resin. Ambil resin yang sudah dibuat dengan satu tangan dan dengan hati-hati tusukkan bagian paku eye pin yang sudah dipanaskan ke dalamnya. Tekan pin sampai setengahnya masuk ke dalam resin. Cara ini hanya akan berhasil kalau resin baru setengah kering. Kalau sudah benar-benar kering, resin akan sangat keras dan tidak bisa ditusuk. 3 Pasang jump ring ke dalam lingkaran eye pin. Setelah eye pin cukup dingin untuk disentuh dengan tangan, masukkan jump ring kecil ke dalam kepalanya. Proyek Anda sudah rampung dan resin sudah berubah menjadi liontin atau gantungan yang bisa dipakai. Iklan 1 Rekatkan dudukan ke bagian belakang resin. Oleskan lem cepat kering ke bagian atas dudukan cincin atau ke bagian belakang pin. Tekan dudukan cincin atau bagian belakang pin ke tengah-tengah punggung resin. Kerjakan dengan cepat untuk mencegah lem mengering sebelum direkatkan ke resin. Letakkan dudukan cincin atau bagian belakang pin tepat di tengah-tengah. 2 Biarkan mengering. Ikuti instruksi pada label lem dan diamkan lem sampai benar-benar kering. Proyek Anda sudah rampung dan resin sudah berubah menjadi cincin atau bros yang bisa dipakai. Iklan Hal yang Anda Butuhkan Kertas lilin Sarung tangan karet Kacamata pelindung Berbagai hiasan resin perhiasan yang rusak, kertas tempel dekoratif, glitter, dll. Pinset Sealant seperti Mod Podge Gunting Cetakan resin ATAU bingkai Zat pelepas cetakan Lakban kuat Polyurethane casting resin Katalis resin Gelas ukur berskala Pigmen warna Pengering rambut atau senapan panas Stik es krim dari kayu Tusuk gigi kayu Kotak sepatu atau tempat sampah yang bersih Eye pin Lilin atau kompor gas Tang Jump ring Rantai Lem cepat kering Dudukan cincin Pin berdudukan rata Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
jenis resin untuk kerajinan